Powered by Blogger.
 

Monday, August 15, 2011

Hikmah Puasa Ramadhan (part 2)

1 comments
ﺑﹻﺴﹿﻢﹺ ٱﷲﹺ ٱﻟﺮﱠﺣْﻣﹷﻦ ٱﻟﺮﱠﺣﹻﻴﹿﻢﹺ

~Segala puji bagi Allah dan selawat dan salam atas nabi junjungan,Muhammad,Rasulullah S.A.W serta atas para keluarga dan para sahabat Baginda~


Alhamdulillah ana baru balik dari program d Sekolah Menengah Kebangsaan Agama Tun Sakaran, Semporna ahad yang lalu,,insyaAllah ana akan post entry tentang program tu pada masa akan datang. Kali ni sambungan entry sebelum ni,,pesanan untuk entry kali ni sama juga lar dengan yang sebelum ni..8')







LAILATUL QADAR

" Sesungguhnya KAMI telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan (lailatul qadar) , dan tahu kamu apakah malam kemuliaan itu..?. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat - malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar ". (QS. : 97 : 1-5).



Malam kemuliaan atau malam lailatul qadar adalah bagian dari bulan suci Ramadhan. Malam yang penuh dengan hikmah kebesaran yang lebih baik dari seribu bulan yang cahayanya menyinari bumi. Hal ini menegaskan peran Al-Qur’an sebagai petunjuk (Al-Huda), jalan menuju Tuhan, bagaikan sepercik cahaya menyinari kegelapan eksistensi manusia di dunia ini. Malam lailatul qadar akan mengingatkan manusia akan kepapaannya dihadapan Tuhan yang Maha Esa, seperti halnya kehausan spiritual Nabi Muhammad SAW. Serta aspek dalam jiwanya yang penuh ketundukan, kedamaian, ketenangan dan kerinduan alam kubur. 
Kehebatan malam lailatul qadar disamping sebagai peringatan permulaan turunnya kitab suci Al-Qur’an, pula melambangkan kesempurnaan Tuhan dan aspek lain dari jiwa Nabi Muhammad SAW. Yang merupakan suatu teofani dan refleksi dari ketakterbatasan kekayaan khazanah Tuhan yang tercipta setiap saat tanpa pernah kehabisan kemungkinan-kemungkinannya pada alam semesta. Hal ini disebabkan oleh alam itu sendiri yang diikutsertakan dalam pewahyuan Al-Qur’an dan disucikan melalui pandangan bahwa manusialah yang datang untuk menerima wahyu yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.
Identifikasi cahaya yang mensucikan pada malam lailatul qadar dengan prinsip spiritual yang sekaligus membentuk, mengatur, dan membebaskan manusia dari prisma nafsu yang berkobar selama menjalankan ibadah puasa di dalam bulan suci Ramadhan, yang merupakan tahapan mendekati akhinya puasanya. Malam lailatul qadar senantiasa berhubungan erat dengan keselarasan dan realitas arketip sebagai refleksi yang Esa dan yang tetap abadi di balik pola perubahan dunia dengan kesementaraannya sekalipun.
Seolah ada kejernihan dan kesempurnaan kepingan salju yang tersinar, polarisasi warna merah jingga yang memikat penuh kharismatik yang mistik dan sakral. Atau suatu keindahan sekuntuk bunga berbentuk geometris dalam surga Islam, yang ketika mewujud dalam desiran angin yang mengeluarkan aroma kesturi dengan deru suaranya yang merupakan gema dari surga dalam mempersiapkan jiwa untuk mengalami dan memasuki keindahan firdausi yang di dalam Al-Qur’an di janjikan untuk orang-orang yang beriman.

Dalam kosmologi Islam malam lailatul qadar itu penuh dengan tanda dan isyarat (ayat) Tuhan, seperti yang dikatakan dalam Al-Qur’an : " KAMI akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (ayat) KAMI di segenap penjuru dan di dalam diri mereka sendiri, sehingga jelas-lah bagi mereka kebenaran ". (QS. : 41 : 53).
 Seorang muslim melihat setiap aspek malam lailatul qadar bukanlah sekadar fenomena yang terpisah dari noumenal world (dunia kasat indera) melainkan ia akan melihatnya sebagai vestigia dei (tanda-tanda Tuhan). Malam kemuliaan itu (malam lailatul qadar) dilandasi oleh ketertiban dan kedamaian atas kasih sayang Tuhan kepada hamba-hambanya walaupun bersifat dinamis, malam lailatul qadar tetap menunjukkan pola dasar yang selaras dan seimbang sampai terbit fajar, karena keabadian pola dasar malam lailatul qadar itupun juga mencerminkan keberadaan universal yang lebih tinggi dari pada kemungkinan yang bisa terjadi dalam ilahi yang suci dan mensucikan yang hanya dapat terjadi berdasarkan ilmu pengetahuan tentang dimensi batin ajaran Islam yang tidak ada kebengkokan didalamnya, dan pada bentuk-bentuk makrifat lainnya.
 Kosmos Islam didasarkan pada penekanan Tuhan sebagai satu-satunya sumber segala sesuatu, pada hirarki eksistensi yang menyadarkan diri pada yang Esa dan diatur oleh perintah-NYA, pada tingkat eksistensi yang menghubungkan dunia material dengan dunia gaib, dan dunia gaib dengan dunia malaikat (alam al-malakut).

Ibadah - ibadah lainnya, yang dilakukan pada malam kemuliaan itu (lailatul qadar) akan mengembalikan kesadaran manusia bahwa alam semesta adalah kalam ilahi dan pelengkap ayat-ayat suci yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. Kesadaran ini diperkuat dengan tata cara shalat yang secara naluriah mengembalikan manusia pada keadaan primordialnya dan memperbanyak mengingat Allah SWT (dzikrullah) dengan menjadikan seluruh alam sebagai tempat ibadah.
 Terlebih lagi Rosulullah SAW menegaskan bahwa farsy itu tak ubahnya merupakan pencerminan arsy yang memantulkan realitas alam maupun manusia primordial. Ia merefleksikan matahari yang tak lain adalah fitrah yang ditegaskan kembali oleh Islam didalam diri manusia maupun alam. Ibadah - ibadah dengan kadar lebih yang dilakukan manusia pada malam lailatul qadar itu, akan menjadikan pantulan realitas batin manusia primordial itu sendiri yang merupakan pasangan mikrokosmik dari realitas kosmik sebagai wujud primordial yang tetap menyadari hubungan batinnya dengan Yang Maha Esa, maupun dengan ciptaan-NYA, sedangkan hubungan batin itu sendiri sudah terjalin lama dalam kosmos Islam, dengan kaidah-kaidah dan prinsip kosmologisnya.
 Memperbanyak ibadah di bulan suci Ramadhan (shalat - berdzikir dan ibadah-ibadah lainnya) diantara berbagai fungsinya, adalah untuk mengembalikan manusia ke alam kesucian primordial (Al-Fitrah). Saat yang Maha Esa menghadirkan dirinya secara langsung didalam Qalbu (hati) manusia, dan mengumandangkan sebuah simfoni abadi dalam keselarasan yang ada pada alam yang suci".



wallahu a'lam

1 comments:

  1. moga2 pahala Ramadhan kali ini d terima Allah SWT

    ReplyDelete

 

Komen Terbaru